Jakarta – Bantuan dari Desa Binalu, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau disingkat Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara tidak berhenti di situ saja.
Desa yang masuk ke dalam salah satu desa dengan inovasi terbaik ini memanfaatkan BumDes atau Badan Usaha Milik Desa untuk memastikan para pencari ikan tetap mendapat penghasilan.

“Ketika mereka ada kelebihan ikan mereka bisa menyetor 1 ikat yang dihargai 20 ribu masuk ke BumDes. Jadi mereka merasa bahwa setiap hari ada yang pasti untuk meningkatkan kebutuhan mereka kalau cuaca baik,” ucap Kepala BumDes Hendrik Kundimang kepada detik.com, Selasa (13/8/2019).

Peran BumDes agar Nelayan Semangat Melaut dari Perahu Penolong Kepala BumDes Hendrik Kundimang/Foto: Mustiana Lestari

Bukan hanya itu, BumDes ini pun menyiapkan dana perbaikan dan perawatan untuk 5 perahu penolong yang sudah diberikan. Sehingga nelayan miskin tidak semakin berat untuk menanggung biaya perawatannya.

“25 persen maintance (dari anggaran) untuk perbaikan kerusakan dan 15 persen dana untuk mereka ketika di akhir tahun. Mereka dapat bonus 10 persen pendapatan dari PAD,” tandasnya.

Hendrik mengaku selain mengelola dana desa untuk nelayan miskin, BumDes di Desa Binalu juga melayani simpan pinjam. Ke depannya mereka akan terus mengedepankan kesejahteraan terlebih dahulu untuk nelayan miskin. Kemudian di tahun ini sudah disiapkan anggaran untuk 7 perahu penolong lain.

Upaya ini pun disambut bahagia oleh para nelayan, seperti Tommy Panauhe dan Herdy Pinori.

“Terima kasih kepada Kemendes memberikan bantuan penolong terima kasih kepada Pak Mendes. Harapannya sebagai masyarakat pada pemerintah pusat sampai di kampung kalau masih ada tambahan bantuan apa saja kami terima,” kata Tommy.

Sementara Herdy mengaku sebelum ada perahu penolong para nelayan harus menghabiskan waktu lebih banyak karena harus mendayung. Apalagi mereka tidak bisa memastikan sepulang dari melaut, ikan hasil tangkapan terbeli semua. Beruntung, BumDes bersedia selalu membeli hasil para nelayan dengan harga Rp 20 ribu seikat. Jumlah ini lumayan menurutnya, karena biasanya di pasaran ikan yang dia jual bahkan nilainya bisa lebih rendah.

“Sekarang dapat perahu bantuan bisa mencukupi keseharian. bisa membeli baju anak seragam sekolah. Harapannya nelayan diperhatikan untuk mendapat bantuan,” tutup dia.

Untuk mengetahui informasi lainnya dari Kemendes PDTT klik di sini.


(mul/mpr)